AKU
 
Kalau sampai waktuku
‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu
Tidak juga kau

Tak perlu sedu sedan itu

Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari Berlari
Hingga hilang pedih peri

Dan akan akan lebih tidak perduli

Aku mau hidup seribu tahun lagi

DOA
Kepada pemeluk teguh
Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut namaMu
Biar susah sungguh
Mengingat Kau penuh seluruh
CayaMu panas suci
Tinggal kerdip lilin di kelam sunyi

Tuhanku

Aku hilang bentuk
Remuk

Tuhanku

Aku mengembara di negeri asing

Tuhanku
Di pintuMu aku mengetuk
Aku tidak bisa berpaling
Dan sebelum beranjak, ada satu lagi puisi karya teman :
Wahai Tuhan
Wahai Tuhan
Pemberi rahmat yang Maha cermat
Penghidup yang tak pernah redup
Takbir-Mu ku ucap tertancap
Pada tiap-tiap hati yang suci
Gerak-gerik unik makhluk-Mu
Sungguh menarik
Matahari menatap sayu
Aku malu
Kututup
Advertisements